Seeing Good in All

Yes., It's me. You will find a glimpse angle of my life. I am just an ordinary person who wants to be an extraordinary person with all of the weakneses. I wanna be the change that I want to see in the world.

Friday, December 29, 2006

Couldn't See My Yahoo Mail

It has been 5 days since the earthquake in Taiwan. My yahoo mail is hosted in mail.yahoo.co.id. I don't know what happen to this server. For sure I couldn't open this website at all. I put TK-2001 mailing list here and I can not contact them all. It is really too bad. Hopefully, it will get better soon and I can open my Yahoo Mail again..
 
-a-

Tuesday, December 26, 2006

Tiga Sikap Seorang Pengubah

Oleh: Paulus Bambang W.S.

 

"God grant me the SERENITY to accept the things I can not change, COURAGE to change the things I can and WISDOM to know the difference".

 

Plakat yang berisi kalimat bijak tersebut terpampang di dekat meja kerja lebih dari sepuluh tahun. Pada bulan puasa ini, kalimat ini kembali menyentak saya. Tanpa sadar, sewaktu melewatkan waktu untuk bermeditasi siang hari di saat perut kosong, saya seakan-akan ditarik ke plakat yang berbentuk kitab suci tersebut. Kalimat itu seakan berkhotbah pada saya. Inti kedamaian dari kegalauan hati adalah serenity, courage, dan wisdom. Tiga sikap yang mesti selalu dimainkan dan ditimbang. Bagai seperangkat senjata yang tak harus diayunkan secara bersama. Kadang harus memilih yang satu dan melupakan yang lain. Tentunya, dengan kesadaran konsekuensi masing-masing.

 

Keinginan mengubah sesuatu di sekitar yang tak cocok dengan kata hati dan pikiran memang membuat hati galau dan gundah. Kenapa begitu dan bukan begini? Kenapa sulit menerima paradigma baru? Kenapa yang seharusnya didemosi malah selalu mendapat promosi? Kenapa yang bergaya preman malah jadi petinggi, sedangkan yang bergaya ulama hidupnya terseok ke belakang? Semakin bertanya, semakin hati ini tak nyaman karena jawaban makin jauh tersedia.

 

Karena berpuasa, siang itu saya punya waktu luang untuk membaca buku Joel Osteen yang jadi best seller di New York Times. Judulnya, Your Best Life Now. Pikiran saya kembali ditarik pada sebuah cerita yang tertulis di sana. Ini cerita lama yang sudah sering saya baca. Namun entah kenapa, siang itu, cerita ini menjadi bersinar. Sangat sejalan dengan tulisan di plakat tadi.

 

Begini ceritanya. Pada suatu malam yang sangat gelap pekat, seorang nakhoda kapal melihat ada sinar di depan yang sekan-akan muncul mendekat. Kepekatan malam dan awan membuat ia seolah-olah tak sempat bermanuver untuk menghindari tabrakan. Dengan sigap ia menggunakan radio untuk mengirim sinyal agar kapal tersebut berubah haluan 10 derajat ke timur.

 

Beberapa detik kemudian, ia mendapat pesan balik: "Tak dapat saya lakukan. Ubahlah haluan Anda 10 derajat ke barat", begitu pesan singkatnya. Kapten kapal tersebut menjadi sangat marah. Ia kembali mengirimkan pesan: "Saya kapten Angkatan Laut, saya minta engkau yang mengubah haluan". Ia mendapat pesan balik yang berbunyi: "Saya hanya pelaut kelas dua, tak dapat lakukan itu. Ubahlah haluan Anda".

 

Kapten menjadi curiga dan mengirimkan pesan terakhir: "Saya berada di kapal perang dan saya tidak akan mengubah arah". Tak lama kemudian ia mendapat pesan balik lagi: "Saya berada di mercusuar. Tak mungkin saya mengubah arah. Terserah Anda Tuan."

 

Saya tersenyum lepas. Saya juga seperti kapten yang sering bersitegang dengan mercusuar dan batu karang. Saya lelah karena berupaya tanpa hasil nyata. Benar kata pepatah, " Smart work is better than hard work". Kadang dengan upaya yang sedikit, perubahan datang deras bagai air bah. Ini bukan soal mistis. Akan tetapi, mengenali dengan hati terbuka apa yang ada di depan sana. Perubahan terbesar kadang bukan pada objek yang di depan, justru pada diri sendiri.

 

Ada tiga sikap yang perlu menjadi pertimbangan dalam menangani sebuah perubahan. Baik perubahan soal nilai hidup, pekerjaan, keluarga, ekonomi maupun bidang spiritual sekalipun.

 

Sikap pertama soal perubahan yang penting adalah serenity. Suatu sikap yang tenang, tentram, dan berani menerima kenyataan bahwa banyak hal yang tidak mungkin kita bias ubah, apalagi secara frontal dan instant. Budaya perusahaan yang sudah merasuk, prktik bisnis yang telah mendarah daging, konflik politik antar pemimpin yang kronis dan berbagai sistem prosedur yang sudah terkontaminasi pikiran dikorupsi adalah sedikit contoh sesuatu yang lebih kokoh dari mercusuar.

 

Serenity berarti berani berkontemplasi, mampukah melakukan perubahan. Kalau tidak, hanya ada dua pilihan. Menerima kenyataan dengan legowo, bukan lantas frustasi dan apatis. Namun langkah demi langkah, menundukkan sesuatu yang mudah dikalahkan. Memerlukan waktu tahunan untuk mengubah kultur yang sudah berusia satu generasi. Bukan berarti mustahil. Hanya butuh kesabaran untuk jadi pengubah. Bahkan kadang, hasilnya baru akan terlihat pada pemimpin selanjutnya. Setidaknya, Anda telah jadi penabur benih perubahan. Atau, mundur teratur dari gelanggang dan mencari tempat lain.

 

Sikap pengubah kedua adalah pada courage, semangat melakukan perubahan kala kemungkinan itu ada. Menggunakan otoritas yang ada untuk menegakkan kebenaran adalah mutlak. Untuk kasus yang satu ini, tidak ada kata lain bertempur sampai titik darah penghabisan. Kebenaran harus di atas kebaikan. Nilai-nilai hidup harus di atas kinerja bilangan. Ini harus dilawan tanpa kompromi sekalipun harus meletakkan jabatan. Berperang melawan prinsip adalah soal sikap hidup. Sebuah keberanian hakiki yang mutlak bagi yang menganut "principles driven leadership".

 

Sikap ketiga adalah pada aspek wisdom, kebijakan membedakan kapan memakai senjata serenity dan kapan mengayunkan courage. Wisdom bukan berarti kompromi dalam arti sempit. Wisdom adalah simbol kesadaran mutlak kapan mengalah dan kapan harus mengalahkan. Kapan harus marah dan kapan harus ramah. Ini hanya bisa dipupuk dengan knowledge dan knee. Knowledge berarti pengetahuan dan pengalaman. Dan, knee artinya banyak doa alias modal dengkul kepada sang Pencipta. Sikap inilah yang akan secara gambling dan gampang mampu membuka mata hati kita apakah kita sedang menghadapi mercusuar, kapal musuh atau kapal rekan.

 

Semoga saya dapat menikmati perubahan ini. Dan saya ingin menjadi perubah yang saya inginkan di negeri ini. Amin...

 

RUSSIAN WISDOM

When a diplomat says yes, he means maybe. When he says maybe, he means no. And when he says no, he's no diplomat.
 
When a girl says no, she means maybe. When she says maybe, she means yes. And when she says yes, she's no girl.
 
When a man says yes, he means yes. When he says no, he means no. And when he says maybe, he's no man.
 
(True or not, it's nice.)

Friday, December 22, 2006

Quotation of The Day

Books, the children of the brain.
-Jonathan Swift (1667 - 1745)-

Wednesday, December 20, 2006

Sea Survival Training

I try to write my experience after taking the training on this blog. I took the training last week on 13 December 2006 at Jakarta Offshore Training Center. This was a very good experience to me to have Sea Survival Training and 3 years certification on it. Perhaps the most difficult survival situation to be in is sea survival. You will never predict what will happened to you. Short or long term survival depends upon rations, equipment available and ingenuity. I must be resourceful to survive. That’s what I think after taking the training. I could not go into detail explaining how to survive on the sea, but I will tell you a little bit.

As a survivor on the open sea, you will face waves and wind. You may also face extreme heat or cold. To keep these environmental hazards from becoming serious problems, take precautionary measures as soon as possible. Use the available resources to protect yourself from the elements and from heat or extreme cold and humidity.

Protecting your self from the elements meets only one of your basic needs. You must also be able to obtain water and food. Satisfying these three basic needs will help prevent serious physical and psychological problems.

After all, we don’t want these to happen while you are working. In fact, there are so many hazards on your working environment. Understanding the safety notice is a necessity. It is useful information necessary about the facility as well as the emergency procedures and equipments applicable. They are posted in various places and, it is vital to know and understand of the safety notices.
Finally, it is still all about safety. You put safety as a culture of work. If you don’t know the answer, then find why you need to know on safety. It could safe you and your families life.

Monday, December 11, 2006

Quotation of The Day

A man should keep his little brain attic stocked with all the furniture that he is likely to use, and the rest he can put away in the lumber-room of his library, where he can get it if he wants it.
- Arthur Conan Doyle (1859-1930) -

Friday, December 08, 2006

I am back again

It's been so long I wasn't writing on this blog. It's quite busy in last few months because of my project with some lecturer in my university. Now, I am ready to write again with a new sense. I have started a new live in Jakarta and worked with one of the Oil & Gas Company namely BP (what a short name). I join on the Challenger Program of this company and let see how far I can go through this program to develop my engineering skils. Now, I will spend more time to write on this blog again. I miss writing again..

-a-